Studi Kasus Psikologi Manajemen

Posted: Januari 2, 2012 in Uncategorized

“STUDI KASUS PSIKOLOGI MANAJEMEN”

KASUS 1

RENDAHNYA TINGKAT KEDISIPLINAN PEGAWAI

 

1.Deskripsi kasus

Manusia di dalam suatu organisasi dipandang sebagai sumber daya. Artinya sumber daya atau penggerak dari suatu organisasi.penggerak dari sumber daya lainnya,apakah itu sumber daya alam atau teknologi.Hal ini merupakan suatu penandasan kembali terhadap  falsafah Man Behind The Gun.roda organisasi  sangat tergantung pada perilaku-perilaku manusia yang bekerja di dalamnya.

Setiap perusahaan berupaya untuk mendapatkan karyawan yang terlibat dalam kegiatan organisasi / perusahaan dapat memberikan prestasi kerja. Dalam bentuk produktivitas kerja setinggi mungkin untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas diantaranya semangat kerja dan disiplin kerja, tingkat pendidikan, ketrampilan, gizi dan kesehatan, sikap dan etika, motivasi, iklim kerja, teknologi, sarana produksi, kesempatan kerja dan kesempatan berprestasi ( Ravianto, 1995 : 20 )

Seperti kita ketahui, pada umumnya perusahaan harus bisa mempertahankan citranya agar dapat memperluas / menguasai pangsa pasar. Dalam hal ini perusahaan juga harus bisa meningkatkan kualitas perusahaan misalnya dari segi intern perusahaan itu sendiri antara lain peningkatan kualitas karyawan. Kualitas karyawan dapat dilihat dari semangat dan disiplin kerja yang dilakukan sehari-hari. Dengan adanya semangat dan disiplin kerja yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan input perusahaan yang mendatangkan profit. Dalam melakukan kegiatan produksinya hampir semua menggunakan tenaga kerja manusia, sehingga dalam proses produksi memerlukan ketrampilan tenaga kerja manusia yang handal yang nantinya akan dapat meningkatkan produktifitas yang telah ditentukan oleh perusahaan.

2.Kekuatan Dan Kelemahan Kasus

Kekuatan kasus

Disiplin merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berorganisasi. dengan disiplin, orang dapat menilai bagaimana diri kita.orang yang disiplin semangat kerjanya akan tinggi.

  1. Kelemahan kasus

Disiplin kerja mempunyai peranan penting dalam suatu organisasi. Jika disiplin kerja seorang pegawai rendah, maka produktifitas kerjanya juga akan rendah.dan tujuan organisasi tidaak dapat tercapai secara maksimal.

 

3.Pembahasan Kasus Berdasarkan Teori

Disiplin merupakan suatu sikap, perilaku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan, baik tertulis maupun tidak tertulis.

Disiplin hendaknya di mulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan bangun pagi, dan memulai aktivitas sehari-hari dan hal itu dilakukan secara terus menerus sehingga kita terbiasa untuk melakukannya. Dan melakukan suatu kegiatan secara terjadwal, maka disiplin tertanam dalam diri kita.

Dengan memulai disiplin dari hal yang kecil daalm kehidupan sehari-hari, kita uga akan terbiasa disiplin apabila kita bekerja dalam suatu organisasi. Apabila tingkat disiplin kerja tinggi, maka produktifitas kerja kita juga akan tinggi,banyak orang yang menyenangi kita melihat kinerja kita dalam organisasi.

KASUS 2

KURANGNYA MOTIVASI PEGAWAI DALAM BEKERJA

  1. Deskripsi kasus

Motivasi merupakan keinginan, hasrat motor penggerak dalam diri manusia, motivasi berhubungan dengan faktor psikologi manusia yang mencerminkan antara sikap, kebutuhan, dan kepuasan yang terjadi pada diri manusia sedangkan daya dorong yang diluar diri seseorang ditimbulkan oleh pimpinan. Motivasi mempersoalkan bagaimana cara mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerjasama secara produktif sehingga dapat mencapai dan mewujudkan tujuan perusahaan yang telah ditentukan. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung prilaku manusia supaya mau bekerja sama secara giat sehingga mencapai hasil yang optimal. Suatu perusahaan dapat berkembang dengan baik dan mampu mencapai tujuannya, karena didasari oleh motivasi.
Salah satu aspek memanfaatkan pegawai ialah pemberian motivasi (daya perangsang) kepada pegawai, dengan istilah populer sekarang pemberian kegairahan bekerja kepada pegawai. Telah dibatasi bahwa memanfaatkan pegawai yang memberi manfaat kepada perusahaan. Ini juga berarti bahwa setiap pegawai yang memberi kemungkinan bermanfaat ke dalam perusahaan, diusahakan oleh pimimpin agar kemungkinan itu menjadi kenyataan. Usaha untuk merealisasi kemungkinan tersebut ialah dengan jalan memberikan motivasi. Motivasi ini dimaksudkan untuk memberikan daya perangsang kepada pegawai yang bersangkutan agar pegawai tersebut bekerja dengan segala daya dan upayanya

Menurut The Liang Gie Cs. (dalam Matutina dkk ,1993) bahwa pekerjaan yang dialakukan oleh seseorang manajer dalam memberikan inspirasi, semangat, dan dorongan kepada orang lain (pegawai) untuk mengambil tindakan-tindakan. Pemberian dorongan ini dimaksudkan untuk mengingatkan orang-orang atau pegawai agar mereka bersemangat dan dapat mencapai hasil sebagaimana dikehendaki dari orang tersebut. Oleh karena itu seorang manajer dituntut pengenalan atau pemahaman akan sifat dan karateristik pegawainya, suatu kebutuhan yang dilandasi oleh motiv dengan penguasaan manajer terhadap perilaku dan tindakan yang dibatasi oleh motiv, maka manajer dapat mempengaruhi bawahannya untuk bertindak sesuai dengan keinginan organisasi.
Menurut Martoyo (2000) motivasi pada dasarnya adalah proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan yang kita inginkan. Dengan kata lain adalah dorongan dari luar terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu. Dengan dorongan (driving force) disini dimaksudkan desakan yang alami untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan hidup, dan kecendrungan untuk mempertahankan hidup. Kunci yang terpenting untuk itu tak lain adalah pengertian yang mendalam tentang manusia.

  1. Kekuatan Dan Kelemahan Kasus
  2. Kekuatan Kasus

Motivasi merupakan hal yang penting dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Dengan diberikannya motivasi, para pegawai akan bersemangat dalam bekerja dan mempunyai kinerja yang baik. Apabila pegawai telah termotivasi dalam bekerja maka ia akan bekerja dengan baik agar tujuan yang di harapkan organisasinya tercapai dengan baik.

  1. Kelemahan kasus

Motivasi merupakan pemberian dorongan atau semangat kepada pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. Jika pegawai telah termotivasi maka mereka akan giat dalam bekerja. Sebaliknya, jika pegawai tidak diberikan motivasi mereka akan cenderung lamban dalam melaksanakan pekerjaaannya. Jadi motivasi sangat penting dalam melakukan suatu pekerjaan.

  1. Pembahasan Kasus Berdasarkan Teori

Motivasi merupakan keinginan, hasrat motor penggerak dalam diri manusia, motivasi berhubungan dengan faktor psikologi manusia yang mencerminkan antara sikap, kebutuhan, dan kepuasan yang terjadi pada diri manusia sedangkan daya dorong yang diluar diri seseorang ditimbulkan oleh pimpinan

Dengan dberikan motivasi setiap orang akan bersemangat dalam melaksanakan kegiatannya. motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung prilaku manusia supaya mau bekerja sama secara giat sehingga mencapai hasil yang optimal. Suatu perusahaan dapat berkembang dengan baik dan mampu mencapai tujuannya, karena didasari oleh motivasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s